
Ilustrasi resensi buku The Grand Design atau Rancang Agung
KURESENSI MEDIA - Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin cepat. Semakin sulit bagi setiap orang menguasai seluruh ilmu pengetahuan. Tetapi, secara kaidah malas semua pengetahuan telah tersedia di internet dan dapat kita akses kapanpun kita mau.
Namun, sejauh apapun pengetahuan bertambah dan berkembang pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai alam selalu menjadi bahasan yang menarik karena ilmu pengetahuan tidak pernah menemukan jawaban tetap dan selalu berubah manakala pengetahuan bertambah maju.
Judul yang tertera dalam resensi ini diambil dari buku The Grand Design. Buku yang ditulis oleh Stephen Hawking dan Leonard Mlodinow demi menjelaskan rancangan besar mengenai alam semesta.
Mengapa disebutkan bahwa pembahasan mengenai hal mendasar selalu menarik? Karena jika hal mendasar itu ternyata tidak benar, maka konsekuensinya adalah akan berimbas pada hukum-hukum di bawahnya menjadi tidak berfungsi untuk memprediksi sesuatu.
Baca juga: Melawan Industrialisasi Pendidikan
Di dalam pembelajaran di sekolah (khususnya berbagai kurikulum di Indonesia), siswa mempelajari berbagai hukum dasar melalui mata pelajaran eksakta yang mana ilmu tersebut terus berkembang.
Tetapi, filsafat sebagai ilmu alat dalam mengkategorisasi kebenaran tidak diajarkan dalam pendidikan dasar dan menengah. Hal ini menjadikan siswa banyak yang memahami hukum-hukum di ranah ilmu eksakta sebagai pembelajaran memuaskan yang tidak semestinya dipelajari.
Memang penting mempelajari ilmu eksakta sebagai pemacu perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia tetapi apakah hasilnya telah baik?
Saya sependapat dengan Rocky Gerung bahwa selayaknya ilmu filsafat juga diajarkan sejak dini agar hasil dari pembelajaran ilmu pengetahuan tersebut membuahkan ahli pikir yang menguasai eksakta.
Baca juga: Misteri Alkemis dan Ujian Kehidupan
Tidak hanya menguasai, bahkan turut aktif mengembangkan ilmu pengetahuan hingga kelak akan dikenal berbagai peraih nobel dari tanah nusantara ini.
Hukum Alam
Kembali pada pokok pembahasan hukum alam. Sebagian besar ilmuwan kiranya mengartikan hukum alam sebagai satu aturan yang didasarkan kepada keteraturan yang diamati dan memberi prediksi melampaui situasi langsung yang menjadi dasarnya.
Membahas mengenai hukum alam, kita akan kembali berpikir filosofis dengan menghubungkan kejadian di alam untuk memprediksi apa yang akan terjadi. Hal tersebut yang mendasari pentingnya ilmu filsafat.
Contohnya, dalam pengamatan matahari selalu terbit di timur tiap pagi sepanjang hidup kita, maka ditarik kesimpulan bahwa “matahari selalu terbit di timur”.
Baca juga: Menjawab Quarter Life Crisis
Itu adalah bentuk generalisasi yang melampaui batas pengamatan terbatas atas terbitnya matahari untuk membuat prediksi masa depan yang dapat diuji.
Dalam sains modern, hukum alam dirumuskan dengan matematika. Hukum alam dapat bersifat pasti atau mendekati, tapi harus diamati dan dapat berlaku dalam kondisi tertentu.
Contohnya, sekarang diketahui bahwa hukum Newton harus dimodifikasi jika benda bergerak dalam kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Tapi kita masih menganggap hukum Newton sebagai hukum karena masih berlaku, setidaknya sampai sangat mendekati, dalam kondisi normal sehari-hari, ketika kecepatan yang kita temukan jauh di bawah kecepatan cahaya.
Baca juga: Dampak Globalisasi Terhadap Demokratisasi Ekonomi Rakyat Indonesia
Pertanyaan hukum alam memunculkan pertanyaan di bawahnya. Apa yang menjadi asal-usul hukum? Adakah pengecualian terhadap hukum atau mukjizat?
Apakah hanya ada satu set hukum yang mungkin terjadi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan semakin sulit dijawab jika manusia tidak mengenal konsep Ketuhanan.
Hal ini juga mendasari bahwa kepercayaan atau iman penting di atas ilmu pengetahuan. Albert Einstein pernah mengatakan bahwa ilmu tanpa agama akan menjadi buta, sedangkan agama tanpa ilmu akan berimbas lumpuh.
Pemaknaan ilmu dan kepercayaan sebagai dua hal yang saling melengkapi sangat masuk akal. Keterbatasan ilmu dan akal manusia membatasi manusia dalam mengetahui semua hal yang terjadi di alam semesta. Bahkan hal kecil sekalipun.[s]